Headline News
Tunggu...

Sunday, 16 March 2014

Whatever, i don't care [!]

[Sebetulnya tulisan ini udah diposting di FB saya, supaya bisa dibaca publik maka saya post diblog]


Wajar saja bila masih tahap pemula, yang memulai dengan curat-coret teu puguh. Dari komentar pembaca yang setuju ataupun tidak setuju, dibilang gak bermutu lah, tulisannya jelek, dan selentingan-selentingan negative lainnya. Padahal menurut saya pribadi, mau terus menulis juga sudah bagus, bersyukur, daripada gak menulis sama sekali [mungkin menulis sms kali ya??, hehe]. Sampai dibilang copas, Lha cuek saja kalau ada yang bilang tulisan non-fiksinya gak bermutu, atau karya fiksinya gak nyastra. Mau dibilang tulisan anak singkong juga gapapa, toh harga singkong juga sekarang mahal. 

Kalaupun memang setelah menulis kesan orang lain tak sesuai harapan kita, maklumi saja. Gini lho misalnya, kita menulis artikel atau tulisan lainnya dengan isi yang sedikit serius tapi alhasil reaksi pembaca malah tertawa membacanya, atau sebaliknya. Bagi saya, pendapat tiap orang beda-beda, cukup hadapi dengan sikap cuek, jangan teralu diambil pusing. Dan sikap cuek ada baiknya memang harus diterapkan sejak awal, kita tetapkan standar kriteria sendiri, kalau saja kita merasa mau menulis hal yang menurut orang lain kurang bagus dibicarakan padahal menurut kita itu bagus, tulis saja. Nah nanti setelah merasa nyaman, tenang dan bisa menghasilkan karya yang banyak tanpa merasa terganggu dengan apa yang orang lain katakan atau apalah, barulah kurangi sedikit demi sedikit sikap cuek itu.



Menulis, berpendapat, bagi saya semua adalah cara menuangkan gagasan dan sesuatu yang bergemuruh didalam hati, malang melintang didalam fikiran, greget kalo ide tulisan kita tak diberitahukan pada orang lain, soal bagaimana cara penuangan ide tergantung kreasi dan seni penulis. Karena tiap penulis mempunyai cara sendiri, bisa juga dengan mengikuti jejak penulis yang handal dengan teori-teori kepenulisannya.
Menyampaikan pendapat, berbicara diumum, ataupun menulis itu adalah hak setiap manusia, bebas berekspresi asalkan punya tatakrama. Tapi, pernah ga sob kita menemui kejadian ketika menyampaikan opini ataupun fakta banyak kritikan-kritikan pembaca, dari yang komentarnya pedas sampai pedas pake banget? 

Ada banyak nilai plus ketika menulis, prinsipnya sederhana saja yaitu mendapat kepuasan tersendiri setelah menghasilkan sebuah karya, [subhanallah.. bangga ya?] kemudian lebih jauhnya lagi tulisan kita bisa dibaca oleh pembaca lain. 

Dari semua kejadian yang kita temui didunia nyata atau dunia maya, akhirnya bisa berfikir bahwa semua penulis harus menemukan caranya masing-masing untuk mengukur seberapa jauh kualitas tulisannya, saran dan kritikan itu tentu sangat penting, sebgai dorongan untuk terus lebih baik. Dan point yang paling penting dari semuanya adalah kita harus jujur pada diri sendiri, introspeksi dan selalu mendengar masukan-masukan baik dari dalam atau luar diri. Apakah masih harus berlatih menajamkan pensilnya, ataulah harus menutup penanya? Itu terserah kita, toh kita sendiri masing-masing yang menjalaninya, iya to?

1 comment:

Terimakasih telah berkunjung, silahkan berkomentar.

Follow Me

Pengunjung

free counters

Berlangganan