Headline News
Tunggu...

Saturday, 18 February 2017

Dinding pembatas harapan dan kecewa

Pernah atau sering kita merasa kecewa?
Sebenarnya apa yang membuat kita kecewa? Harapan kita sendiri, bukan orang lain. Bukan! Karena harapan tak sesuai kenyataan disitulah ruang untuk kecewa bermukim. Jangan terlalu memanjakan harapan, sederhanakanlah harapan, maka kecewa insya allah bisa diantisipasi.

Bolehkah kita berharap? tentu, tapi berharap dengan takarannya. Bukankah ketika obat tak sesuai takaran malah membuat kita jauh lebih sakit? pun harapan, ia ada untuk memberikan semangat dan kekuatan untuk berjuang, namun ketika harapan tak sesuai kenyataan apa yang terjadi? Kebanyakan kita akan kecewa, sama halnya dengan saya.

Seiring waktu, ternyata ada yang menarik dari harapan dan kecewa. Kenapa? Ternyata ada hikmah dari peristiwa itu. Beruntunglah jika harapan sesuai kenyataan, berarti Allah meridhoinya. atau justru itu adalah ujian? Wallahualam (yang jelas selalu husnudzon).

Tak kalah beruntung pula ketika harapan  tak sesuai kenyataan, mengapa? Karena nyatanya dimasa yang akan datang justru kita akan sangat bersyukur kepada Allah karna kecewa dengan harapannya.
Kenapa bersyukur? Entahlah..yang jelas selalu saja Allah memberikan jawaban atas segala yang terjadi, rasa kecewa yang dahulu dirasakan justru memberikan kekuatan agar kita lebih tangguh menghadapi perjalanan hidup sekarang, rasa kecewa dahulu ternyata terbayarkan oleh kebahagiaan yang jauh lebih indah dimasa sekarang, rasa kecewa dahulu ternyata adalah ujian untuk kita naik pada derajat yang lebih tinggi dan masih banyak lagi rahasia-rahasia yang Allah simpan untuk kita.

Karena memang benar Allah lebih mengetahui apa yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan. So? Positif thinking and always husnudzon kpda Allah SWT, karena Allah bagaimana prasangka kita. Dan tentu saja berharaplah hanya kepada Allah SWT.

Jadi.. Kecewa dan bahagia jaraknya sangat tipis. Setipis kau merobek kertas 40 gram. Bahagia dan kecewa sudah satu paket bersamaan seperti dinding kertas yang kau sobek. Kecewa dan bahagialah sewajarnya.
Karena hidup adalah masa :-)

15 comments:

  1. Setiap hidup pasti merasakan kekecewaan.. saya pun pernah jga dan artikel ini semakin memotivasi saya untuk bangkit dri rasa kekecewaan itu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bahagia dan kecewa itu proses hidup, siapapun bakal mengalami. Tapi maunya bahagia terus xixix

      Delete
  2. makanya jangan terlalu berharap haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jleb.. komennya keras menghujam jantung. Wkwk. Tapi emang betul, berharap besar ketika kecewa pun kecewanya berpotensi besar, jadi sewajarnya sajalah ya.. he

      Delete
  3. Begitulah lika-liku berjalanan hidup, kadang sedi, kadang kecewa, kadang gembira.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul gan.. dan kunci dari semua itu satu, bersyukur dengan semua yang kita hadapi

      Delete
  4. Replies
    1. semoga hari-hari bisa secerah pagi ini ya gan :)

      Delete
  5. Tetep bersyukur . Cobaan pasti ada di keseharian kita.

    ReplyDelete
  6. kecewa adalah cobaan, Allah selalu memberikan solusinya yaitu kesabaran

    ReplyDelete
    Replies
    1. InysaAllah semua ada jalan keluarnya, aamiin

      Delete
  7. semua udah ada garisnya, sekarang kita tinggal jalani dengan ikhlas, sabar :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul sekali, yang terakhir tawakal.. hehe

      Delete
  8. "Ternyata ada hikmah dari peristiwa itu." (Nice!!)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, segala sesuatu itu sebenarnya baik jika kita memandang dari sudut yang baik, akan buruk jika kita menganggap peristiwa itu buruk :)

      Delete

Terimakasih telah berkunjung, silahkan berkomentar.

Follow Me

Pengunjung

free counters

Berlangganan